Kamis, 13 Juli 2017

Media Komunikasi Sebagai Sarana Syiar Ajaran Islam



Nama   : Sari Meliana
Nim     : 16.3100.058
Prodi   : KPI
Media Komunikasi Sebagai Sarana Syiar Ajaran Islam
Media adalah salah satu alat komunikasi yang sangat sering digunakan oleh sebagian besar orang, bahkan sekarang media dapat digunakan untuk sarana syiar ajaran islam yakni dakwah, Sampaikan dakwah kita ke mereka. Lewat sosial media.
Allah SWT berfirman:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْ
رُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. 3:104)
Sosial Media adalah hal yang tak dapat kita pungkiri keberadaannya saat ini. Agar dakwah kita dapat berkembang jangkauannya, tentunya harus mengikuti jaman, bukan? Facebook, Twitter, Pinterest, dan Instagram adalah beberapa contoh sosial media yang banyak digunakan oleh para pengguna internet. Awalnya, sosial media hanya digunakan untuk para penyuka Internet saja dan tak digunakan untuk urusan dakwah. Namun sekarang, para pelaku dakwah, tidak hanya yang bergelar ustadz atau da’I juga sudah mulai mempertimbangkan sosial media.
Dakwah secara etimologi berasal dari bahasa arab yang berarti panggilan, ajakan atau seruan. Sedangkan menurut istilah adalah mengajak umat manusia ke jalan  Allah dengan cara yang bijaksana, nasehat yang baik serta berdebat dengan cara yang baik pula.
Ada beberapa alasan mengapa memilih media social sebagai media dakwah, diantaranya :
  Mampu  menembus batas ruang dan waktu dalam sekejap dengan biaya dan energi yang relatif terjangkau.
  Pengguna jasa internet setiap tahunnya meningkat drastis, ini berarti berpengaruh pula pada jumlah penyerap misi dakwah.
  Bisa diakses di mana saja dan kapan saja.
  Para pakar dan ulama yang berada dibalik media dakwah via internet bisa lebih konsentrasi dalam menyikapi setiap wacana dan peristiwa yang menuntut status hukum syar’i.
  Dakwah melalui internet telah menjadi salah satu pilihan masyarakat. Berbagai situs mereka bebas memilih materi dakwah yang mereka sukai, dengan demikian pemaksaaan kehendak bisa dihindari.
  Cara penyampaian yang variatif telah membuat dakwah Islamiyah via internet bisa menjangkau segmen yang luas.
Facebook merupakan satu dari beberapa media networking yang ada di Internet. Jutaan pengguna dengan latar belakang pendidikan, profesi, pekerjaan, kasta dan banyak lagi yang lain akan bisa ditemukan difacebook. Dari orang ’kebanyakan’, pengusaha papan bawah dan atas, birokrat sampai kalangan-kalangan paling elitpun bisa ditemukan disini.
Banyaknya fitur-fitur didalam facebook menjadikan kita tidak akan merasa bosan. kita bisa mengirim berbagai pesan dakwah melalui layanan tersebut. Selain itu, kita juga bisa menggunakannya sebagai media pendidikan, media politik, dll. Facebook menjadi media untuk menemukan dan menjadikan komunitas yang memiliki kepekaan juga kepedulian. Banyak juga yang menjadikan facebook sebagai alat untuk mencari teman-teman sepermaianan dulu, teman sekolah yang sudah berpisah lama, atau bahkan mencari saudara yang sudah lama menghilang. Selain itu, Facebook juga mampu mengeratkan tali persahabatan antara manusia yang satu dengan yang lain walaupun sebelumnya tidak pernah bertatap muka.
Dakwah melalui facebook dinilai sangat efektif dan potensial dengan berbagai alasan, di antaranya:
1.        Mampu menembus batas ruang dan waktu dalam sekejap dengan biaya dan energi yang relatif terjangkau;
2.        Pengguna jasa internet setiap tahunnya meningkat drastis, ini berarti berpengaruh pula pada jumlah penyerap misi dakwah.
3.      Dakwah melalui internet telah menjadi salah satu pilihan masyarakat. Berbagai situs mereka bebas memilih materi dakwah yang mereka sukai, dengan demikian pemaksaaan kehendak bisa dihindari.
Menyampaikan kebenaran ajaran-ajaran Islam Kepada umat manusia merupakan tanggung jawab kita yang telah menerima dan memeluk ajaran Islam, umat Islam mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kebenaran Islam dengan wajah yang menarik lagi mempesona, sesuai dengan misinya Rahmatan Lil ‘Alamin.
Oleh karena itu, Strategi yang tepat dan sesuai dengan keadaan objek dakwah akan sangat berpengaruh penting pada kelancaran dalam berdakwah.
Hal itu termasuk dakwah  kepada agama Allah yg akan mengalirkan pahala kepada pelakunya, apalagi jika materi kajian yg dishare di berbagai media seperti Facebook, twitter, website/blog, majalah, bulletin, bbm, sms, dan selainnya menjadi sebab datangnya hidayah bagi setiap orang yang membacanya, maka semakin banyak pahala yg mengalir kepadanya sebanyak orang yg mengikuti dan mengamalkan ilmu yg disebarkannya sampai hari kiamat.

Rabu, 24 Mei 2017

Perbedaan manusia dengan makhluk lainnya

Perbedaan manusia dengan mahluk lainnya (QS. 41:53)
Artinya : “ Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami disegenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya dia menyaksikan segala sesuatu?

Dalam pandangan Islam manusia adalah makhluk yang mulia, dan sempurna di bandingkan mahluk ciptaan allah lainnya, ini disebabkan manusia diberi kelebihan berupa akal untuk berfikir, sehingga dengan akal tersebut bisa membedakan mana yang hak mana yang batil, selain dari itu manusia dapat mengembangkan bakat dan potensi yang dimilikinya serta mampu mengatur dan mengelola alam semesta ciptaan Allah, sebagai amanah. Manusia juga diberikan Allah berupa Nafsu. Namun apabila mereka tidak bisa memanfaatkan kelebihan tersebut dengan sebaik-baiknya, maka mereka akan menjadi mahluk yang paling hina, bahkan lebih hina dari pada binatang.

Manusia adalah makhluk yang dapat di bentuk akhlaknya. Ada manusia yang sebelumnya baik, tetapi karena pengaruh lingkungan tertentu dapat menjadi penjahat. Demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu lembaga pendidikan diperlukan untuk mengarahkan kehidupan generasi yang akan datang.
Selain itu, manusia juga dilengkapi unsur lain yaitu hati. Dengan hatinya, manusia dapat menjadikan dirinya sebagai makhluk bermoral, merasakan keindahan, kenikmatan beriman. sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah, berupa al-Quran. Dengan ilmu manusia mampu berbudaya. Allah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya. Oleh karena itu ilmunya manusia di lebihkan dari makhluk lainnya

Hanya manusia yang punya kesempatan memahami lebih jauh hakekat alam semesta di sekelilingnya. Pengatahuan hewan hanya berbatas naluri dasar yang tidak bisa di kembangkan melalui pendidikan dan pengajaran. Manusia menciptakan kebudayaan dan peradaban yang terus berkembang. Manusia adalah makhluk yang memikul amanah, didalamnya terkandung makna khilafah manusia sebagai pemikul, amanah inilah yang dalam ayat-ayat lain disebutkan sebagai perjanjian untuk memakmurkan bumi. Khalifah yang dimaksud Allah bukanlah suatu jabatan sebagai raja atau presiden, tetapi yang dimaksud khalifah disini adalah seorang pemimpin islam yang mampu memakmurkan alam dengan syariah-syariah yang telah diajarkan rasulullah kepada umat manusia. Dan manusia beriman sejatilah yang mampu memikul tanggung jawab ini, karena khalifah adalah wali Allah yang mempusakai dunia ini.

 Di banding makhluk lainnya, manusia mempunyai kelebihan. Kelebihan itu membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Kelebihan menusia adalah kemampuan untuk bergerak di darat, di laut maupun di udara. Sedangkan binatang hanya mampu bergerak di ruang yang terbatas. Walaupun ada binatang yang dapat hidup di darat dan di air, namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa melampaui manusia. Mengenai kelebihan manusia atau makhluk lain di surat al-Isra ayat 70.