Rabu, 24 Mei 2017

Perbedaan manusia dengan makhluk lainnya

Perbedaan manusia dengan mahluk lainnya (QS. 41:53)
Artinya : “ Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami disegenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya dia menyaksikan segala sesuatu?

Dalam pandangan Islam manusia adalah makhluk yang mulia, dan sempurna di bandingkan mahluk ciptaan allah lainnya, ini disebabkan manusia diberi kelebihan berupa akal untuk berfikir, sehingga dengan akal tersebut bisa membedakan mana yang hak mana yang batil, selain dari itu manusia dapat mengembangkan bakat dan potensi yang dimilikinya serta mampu mengatur dan mengelola alam semesta ciptaan Allah, sebagai amanah. Manusia juga diberikan Allah berupa Nafsu. Namun apabila mereka tidak bisa memanfaatkan kelebihan tersebut dengan sebaik-baiknya, maka mereka akan menjadi mahluk yang paling hina, bahkan lebih hina dari pada binatang.

Manusia adalah makhluk yang dapat di bentuk akhlaknya. Ada manusia yang sebelumnya baik, tetapi karena pengaruh lingkungan tertentu dapat menjadi penjahat. Demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu lembaga pendidikan diperlukan untuk mengarahkan kehidupan generasi yang akan datang.
Selain itu, manusia juga dilengkapi unsur lain yaitu hati. Dengan hatinya, manusia dapat menjadikan dirinya sebagai makhluk bermoral, merasakan keindahan, kenikmatan beriman. sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah, berupa al-Quran. Dengan ilmu manusia mampu berbudaya. Allah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya. Oleh karena itu ilmunya manusia di lebihkan dari makhluk lainnya

Hanya manusia yang punya kesempatan memahami lebih jauh hakekat alam semesta di sekelilingnya. Pengatahuan hewan hanya berbatas naluri dasar yang tidak bisa di kembangkan melalui pendidikan dan pengajaran. Manusia menciptakan kebudayaan dan peradaban yang terus berkembang. Manusia adalah makhluk yang memikul amanah, didalamnya terkandung makna khilafah manusia sebagai pemikul, amanah inilah yang dalam ayat-ayat lain disebutkan sebagai perjanjian untuk memakmurkan bumi. Khalifah yang dimaksud Allah bukanlah suatu jabatan sebagai raja atau presiden, tetapi yang dimaksud khalifah disini adalah seorang pemimpin islam yang mampu memakmurkan alam dengan syariah-syariah yang telah diajarkan rasulullah kepada umat manusia. Dan manusia beriman sejatilah yang mampu memikul tanggung jawab ini, karena khalifah adalah wali Allah yang mempusakai dunia ini.

 Di banding makhluk lainnya, manusia mempunyai kelebihan. Kelebihan itu membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Kelebihan menusia adalah kemampuan untuk bergerak di darat, di laut maupun di udara. Sedangkan binatang hanya mampu bergerak di ruang yang terbatas. Walaupun ada binatang yang dapat hidup di darat dan di air, namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa melampaui manusia. Mengenai kelebihan manusia atau makhluk lain di surat al-Isra ayat 70.